Format duo dalam industri musik Indonesia memang tidak sebanyak format solo atau band. Dan dari yang sedikit itupun, hanya beberapa saja yang benar-benar membentuk duo. Lebih banyak yang terjadi adalah duo ‘dadakan’ alias kolaborasi temporer yang hanya dilakukan dalam satu proyek rekaman saja. Label yang sering memproduksi album semacam ini di era 80an adalah PURNAMA RECORDS. Beberapa kali mereka memproduksi album dengan label PARADE ARTIS DUET dan seringkali menggabungkan beberapa penyanyi yang ‘tidak terduga’ seperti kolaborasi FARIZ RM & ARIE KOESMIRAN, atau malah berhasil melahirkan duo yang lumayan eksis seperti duo ALEX KEMBAR & HERLIN WIDHASWARA. Di album PARADE ARTIS DUET dengan bandrol AISYAH ini, Purnama Records mencoba mengkolaborasikan dua nama yang sedang menjadi most wanted saat itu yaitu SANDRO TOBING & MAYA RUMANTIR. Mereka menyanyikan sebuah lagu ber-beat asyik ciptaan HARRY SABAR berjudul AISYAH. Lagu ini sendiri sebenarnya bukan lagu baru karena pernah dirilis oleh HARRY SABAR di album BAYANG PESONA tapi dengan judul PUSPITA, dan tidak diunggulkan. Lagu ini baru melejit setelah dirilis ulang oleh KEENAN NASUTION & IDA ROYANI dengan judul AISYAH, dan tambah melejit lagi setelah dibawakan oleh MAYA & SANDRO ini. Selebihnya, album ini berisi lagu-lagu berformat duet yang sudah pernah dirilis sebelumnya, dan menampilkan sederet ‘duo’ seperti TITIEK SANDHORA & MUCHSIN ALATAS, VIVI & NITA, KEMBAR GROUP, HARVEY MALAIHOLLO & RAFIKA DURI, dan bahkan KOES PLUS.
Judul Album : Mencari Dirimu Artis : Reny Silwy Tahun Produksi : 1997 Music Director : Irman S. Anwar Produser : Iwan Sastrawijaya Produksi : Blackboard Sepeninggal NIKE ARDILLA, banyak wajah baru bermunculan mencoba mengisi kekosongan genre yang diusung Nike. Berbagai upaya dilakukan para penyanyi baru itu agar bisa semirip mungkin dengan Nike, mulai dari jenis lagu, suara, penampilan dan gaya rambut, bahkan sampai nama yang nyerempet sampai ada yang menyisakan perbedaan satu huruf saja dengan nama NIKE ARDILLA. Dari banyaknya epigon itu, ada satu sosok yang cukup mencuri perhatian saat muncul. Dia adalah RENY SILWY dengan albumnya MENCARI DIRIMU. Tarikan vokal Reny sangat mirip dengan Nike, termasuk serak-serak yang menjadi ciri khasnya. Sekilas mendengar orang akan mengira suara Reny adalah suara Nike, meskipun memang kalau didengarkan dengan seksama akan terasa juga perbedaannya. Kemiripan ini dengan cepat mendongkrak popularitas lagu MENCARI DIRIMU. Airplay di radio-radio cukup ti...
Judul Album : Layang Layang Emas Penyanyi : Geronimo Delapan Tahun Produksi : 1988 Produksi : Billboard Indonesia Kelompok GERONIMO pimpinan ANTON ISSOEDIBYO tergolong kelompok vokal yang cukup eksis di sepanjang era 80an. Meskipun sering gonta-ganti personel tapi kelompok ini terhitung eksis. Uniknya, personel kelompok ini datang dari berbagai genre musik, seperti SUNDARI SUKOCO yang penyanyi keroncong, atau VIVI EFENDI yang penyanyi dangdut. Selain sering bernyanyi membawakan lagu-lagu finalis Festival Lagu Populer Indonesia, mereka juga beberapa kali merilis album, salahsatunya adalah album LAYANG LAYANG EMAS ini. Kehadiran album ini lumayan disambut bagus di pasar. Single andalan mereka MERPATI TERBANG TINGGI berhasil menjadi hits, disusul LAYANG LAYANG EMAS dan DIA SEGALANYA. Agaknya ini adalah album terakhir dari kelompok Geronimo, karena pada perjalanan selanjutnya, nama Geronimo berubah menjadi CANTORA GERONIMO dengan pergantian personel, dan kemudian berubah lagi menjadi CANTO...
Judul Album : Komedi Musikal Penyanyi : Padhyangan 6 Music Director : Ajat SD & Daruwijaya Tahun Produksi : 1996 Produser : Nicko Hermanto Produksi : Emen Music Production Distributor : Metrotama Records Sebuah perpecahan memang selalu mengundang pertanyaan. Apalagi bila yang pecah adalah sebuah kelompok besar dan sangat potensial seperti PADHYANGAN. Kelompok yang lahir dan besar di Bandung ini mencuat namanya ketika beberapa anggotanya seperti DENNY CHANDRA, ISZUR MUCHTAR, DAAN ARIA, JOE, WAWAN dan IYANG membentuk PADHYANGAN PROJECT, sukses besar ketika merilis album parodi ataupun program parodi mereka di SCTV saat itu. Ketika Padhyangan Project semakin besar, guncangan mulai datang. Puncaknya adalah saat formasi Padhyangan Project kemudian memisahkan diri dari Padhyangan dan membentuk P PROJECT dan kemudian PROJECT POP. Sepeninggal mereka, Padhyangan kemudian membentuk formasi ‘tandingan’ bernama PADHYANGAN 6. Menjadi sebuah kerja keras karena formasi yang terdiri dari AB...
Komentar
Posting Komentar